Pangdam Siliwangi: Media Wajib Lawan Hoaks Demi Stabilitas Nasional

    Pangdam Siliwangi: Media Wajib Lawan Hoaks Demi Stabilitas Nasional
    Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Kosasih

    BANDUNG - Perkembangan teknologi yang kian pesat dan derasnya arus informasi di era digital menjadi tantangan tersendiri bagi media massa. Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Kosasih, menekankan pentingnya media massa untuk terus beradaptasi dan berperan sebagai garda terdepan dalam menangkal informasi bohong atau hoaks demi menjaga stabilitas nasional.

    Menyikapi dinamika informasi saat ini, Pangdam Kosasih menilai bahwa cara paling efektif untuk melawan berita miring dan hoaks adalah dengan memproduksi lebih banyak konten yang positif dan berlandaskan fakta.

    "Rekan-rekan media pers juga harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi saat ini. Berita-berita yang terkadang hoaks atau tidak benar, kita juga bisa mengkounternya dengan berita-berita yang positif, " ujar Kosasih di Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Jumat (24/4/2026).

    Ia menegaskan, di era keterbukaan informasi ini, kebebasan berpendapat memang dihargai. Namun, ketika informasi simpang siur bermunculan, tim media resmi memiliki tanggung jawab besar untuk segera memberikan konfirmasi dan pemberitaan yang akurat.

    "Pentingnya media yang memang resmi ini memberikan statement atau berita-berita yang aktual dan faktual. Itu dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan nasional. Kalau keamanannya tidak aman, ya bagaimana (bisa stabil), " katanya.

    Di luar upaya penguatan sinergi informasi, Pangdam Kosasih juga aktif membangun kedekatan dengan masyarakat melalui program kemanunggalan TNI-Rakyat. Salah satu inovasi yang digagasnya adalah membuka akses Markas Komando Daerah Militer (Makodam) III/Siliwangi untuk masyarakat umum, terutama pada akhir pekan.

    Langkah ini bertujuan untuk mendobrak stigma bahwa lingkungan markas militer terkesan tertutup dan menakutkan bagi warga sipil.

    "Ide ini bermula dari pemikiran bahwa Bandung atau Jawa Barat ini bukan hanya terkenal dengan Gedung Sate-nya saja. Kenapa saya buka Kodam Siliwangi untuk umum, khususnya Sabtu dan Minggu? Boleh dilihat, setiap hari sekarang sudah mulai banyak masyarakat. Diizinkan, silakan mau olahraga atau healing di kolam ikan, " jelas jenderal bintang dua itu.

    Dengan dibukanya fasilitas Kodam untuk aktivitas warga, Pangdam Kosasih berharap masyarakat dapat merasa lebih memiliki TNI.

    "Bawa ini (pesan bahwa) Kodam Siliwangi juga punya mereka, agar mereka merasa memiliki Kodam. Jangan apatis dan jangan takut masuk ke kompleks tentara. Kalau kita tidak buka, bagaimana bisa manunggal?" pungkas perwira tinggi yang juga dikenal sebagai qori nasional. (PERS) 

    seo konten marketing jurnalisme media online keamanan nasional komunikasi publik
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Magang Nasional Batch I Ditutup, Kemnaker...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Polda Sumbar Perkuat Sinergi dengan Media, Tekankan Peran Strategis Pers dalam Informasi Publik
    Tongkat Komando Wakapolres Magelang Kota Berganti, Kompol Eka Yuniastuti Siap Bawa Energi Baru
    Di Peresmian Gedung Polres Morowali, Wabup Iriane Iliyas Tekankan Sinergi Kunci Jaga Stabilitas Daerah
    Hijaukan Bumi, Eratkan Hati: Persit Sampang Gelar Aksi Tanam Pohon Penuh Makna di Usia ke-80
    Sosialisasi Jembatan Garuda, TMMD Ke-128 Kodim Gresik Dorong Akses dan Ekonomi Warga Slempit 

    Ikuti Kami